HELLO BRO!

Welcome to my blog! Kamu tau kan, urusanmu dalam kehidupan bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi untuk melampaui dirimu sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini …

Siapa MasBied?

Hi … Saya Abied, ayah muda dua anak yang hobbi nyari duit di internet. Ini adalah blog pribadi saya, tempat saya menuliskan berbagai hal yang saya anggap pantas untuk ditulis. :mrgreen:

Saat ini saya bekerja sebagai seorang tenaga pendidik di sebuah SMA Negeri di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Blogger adalah pekerjaan sampingan saya. Ditemani sebuah laptop Asus dan Jaringan Sp**dy yang kadang tidak stabil, blog ini mengudara untuk dapat dinikmati para pengguna dunia maya. Selamat menikmati …

Artikel Terbaru

Hidup Jaman Ini … :(

Setiap lagu, mempunyai kenangannya masing-masing. Sama seperti yang ada di video youtube ini …

Jaman SD dulu saya pernah ikut sebuah kegiatan pesantren kilat. Dilaksanakan di masjid Jami’ Bone-Bone, sebelum jembatan Sungai Bone-Bone jika kita dari arah Masamba ke Malili.

Seingatku, salah satu hal yang paling berkenan di pesantren kilat kala itu adalah tentang mandi sebelum subuh. Brrrr … Dinginnya bukan main Bo! Diiringi suara mengaji di masjid, seperti lagu-lagu di atas, lagu yang menyayat hati. Ditambah dengan aroma lifebuoy warna putih, yang entah sekarang sepertinya sudah tidak ada lagi di peredaran.

Tiap kali mendengar suara mengaji seperti ini, selalu ingat masa-masa itu.

Meskipun …

Suasana dingin di pagi buta itu kini tak pernah terasa. Suasana saat terbangun dari lelap ketika orang lainnya masih berselimut, mandi dengan air yang masih dingin, dengan suara alam yang, ah …

Entah kenapa, semenjak menjadi dewasa, keinginan untuk dekat dengan masjid semakin berkurang.

Dulu, setiap pagi selalu lebih dahulu ke masjid untuk sekedar me-nyetel kaset tape yang biasa diperdengarkan lewat speaker. Tapi sekarang?! Tidak pernah dengar suara adzan subuh, bahkan sedikit pun.

Dulu, setiap senja, bahkan sejam sebelum adzan magrib, sudah standby di depan masjid sekedar memperhatikan kendaraan yang lalu lalang. Tapi sekarang?! Entahlah.

Dulu, bahkan setelah magrib tak pulang ke rumah hanya sekedar menunggu waktu isya. Bercerita bersama teman, atau sekedar membaca Qur’an. Sekarang?!

Kedekatan dengan Tuhan mungkin tak berkurang, shalat, mengaji, dengar ceramah, masih juga pada level yang normal. Tapi kedekatan dengan masjid, sungguh patut dipertanyakan.

Allah …

What A Great Year! 6 Resolusi di 2016!

What a Great Year! Itulah kata yang tepat mewakili apa yang telah terjadi dalam kehidupan saya di 2015. Sungguh, berbagai mimpi yang telah kami (saya dan Ibunya Alwan) rangkai sebelumnya, tercapai di tahun ini. Puji syukur luar biasa terucap atas berkah yang telah Tuhan sampaikan untuk kehidupan kami.

Sudah tradisi bagi saya menuliskan apa-apa yang ingin saya capai dalam setiap tahun. Ini terbukti membantu pencapaian dan peningkatan kualitas hidup. Sebelum membaca resolusi tahun ini, ada baiknya sahabat membaca apa saja yang telah saya impikan di tahun-tahun sebelumnya. Here they are ..

Dari tahun ke tahun, saya merasa makin rasional. Haha … Impian-impian yang saya tuliskan di awal (utamanya tahun 2013) adalah impian yang murni mimpi. Kesalahan saya saat itu adalah hanya berfokus pada mimpinya, BUKAN pada langkah-langkah bagaimana saya bisa menggapai mimpi tersebut. Wajarlah, orang baru saja belajar. Saat itu beberapa racun dari buku Erbe Sentanu merasuk dalam aliran darah. Tulis saja lah, mau tercapai atau tidak urusannya belakangan. 😀 Jadilah begitu menggebu-gebu ingin menggapai banyak hal dalam satu tahun yang harinya hanya 365 saja.

Tapi bersyukur, beberapa mimpi besar di 3 tahun yang saya sebutkan di atas sudah dapat saya gapai di 2015 ini. Alhamdulillah …

Berikut ini review atas apa yang telah saya rencanakan di 2015, dan hasilnya.

1. Pindahan Rumah di Februari 2015

Tahun 2015 kami awali dengan perih dan pilu 😀 Rumah impian yang dalam proses pembangunan berada di tahap finishing. Istana mungil yang diimpikan rupanya menguras energi dan emosi. Beberapa orang pernah bercerita bahwa dalam setiap proses pembangunan, pasti akan ada pembengkakan anggaran dan molornya waktu pengerjaan. Dan Benar! Saya yang terbiasa dengan kesesuaian jadwal dengan kenyataan akhirnya dibuat tak berdaya. Haha … Tapi alhamdulillah-nya, akhir Februari semua sudah kelar 100%. Alhamdulillah …

Acara syukuran pindahan rumah kami lakukan awal bulan April. Molor 2 bulan dari target. Waktu itu masih mesti melengkapi isi rumah, ada sepupu yang nikahan, plus nunggu urusan kuliah Ibunya Alwan dikelarkan.

Dan taulah, hari pertama pindahan itu layaknya hari pertama menjadi pengantin baru. Beuh, ada kepuasan yang tak terucap lewat kata-kata … Ternyata begini rasanya. Sungguh hari yang mengharu biru. Haha ..

2. Punya Mobil, Juni 2015

Ini bagian yang hampir terlupakan sebenarnya. Beberapa saat lalu bahkan, saya baru ingat bahwa pernah menuliskan bagian ini dalam resolusi 2015.

Beberapa hari setelah pindahan rumah, berdasarkan hasil musyawarah dengan kakak-kakak, rencana Umroh Bapak Mama’ akhirnya dimajukan. Akhir April 2015, bapak ibu sudah dapat kepastian bahwa pelaksanaan Umroh adalah bulan Mei. Dan sejak saat itu, niatan untuk memiliki mobil di 2015 sama sekali tak terpikir.

Kenapa?! Entahlah 🙂 . Sepertinya karena pundi-pundi keuangan benar-benar sudah habis di pertengahan tahun.

Tapi sepertinya Tuhan punya rencana sendiri. Selepas berlebaran di kampung halaman istri, Om menawarkan sebuah Toyota Rush bekas milik pimpinan kantornya. Katanya harganya murah, jika dibanding dengan kualitas mobilnya. Saat itu saya hanya menanggapi dingin. Ya mesti dingin, karena memang sepertinya itu belum ditahap kebutuhan. Hanya keinginan.

Setiap hari ditelpon dikabari ditanya, akhirnya ikutan naik juga spanningnya untuk beli mobil. Haha … Hasil percakapan dengan Ibunya Alwan, menunjukkan bahwa jika memungkinkan bisalah dilakukan. Dikumpulkanlah sisa-sisa anggaran yang dapat diambil.

Giliran dana sudah hampir terkumpul, (ditambah dengan hutang kanan kiri), 😀 bersemangatlah kita menghubungi si om untuk memastikan bahwa mobil tersebut beneran bisa dilego ke kita. Yaelah, namanya nggak jodoh.. Pas hari kita yakin untuk beli mobil itu, pas pula dia telah dipinang oleh majikan lainnya. Buah!

Merasa bahwa dana yang disediakan bisa berbahaya (baca : habis) jika tak segera disalurkan, mulailah saya mencari boil yang kira-kira sesuai dengan harapan. Gak akan ngambil yang baru, duit gak cukup. Akhirnya nyari yang bekas di OLX. Dapatlah Si Ford Everest tahun 2012. Masih keren gila (di fotonya). Yakin dengan itu, saya janjian dengan teman untuk melihat kondisi mobil di Makassar.

Tapi lagi, namanya bukan jodoh … Pas mau dicek, pas itu pula dia memilih orang lain sebagai penumpangnya.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Tiba-tiba sebuah innova putih mulus bingits datang mendekat. Tanpa pikir panjang, lamar!

3. Kumpul Dana untuk Umroh

Sesuai yang saya tuliskan di atas, bagian ini diserahkan untuk orang lain : Bapak dan Mama’.

Alhamdulillah semua berjalan lancar. Semoga berkah. Aamiin ..

4. Intens di Financial Plan & Perkembangan Usaha

Ini! Hancur sudah. Karena beberapa perubahan rencana, pembengkakan biaya finishing rumah, furniture, gaya hidup yang makin meningkat, belanja-belanja tak penting di saat tak genting, luluh lantak semua financial plan yang kami buat di awal tahun.

Padahal, untuk tingkat konsistensi berdasarkan rencana bisa dibilang kami (saya dan Ibunya Alwan) sudah termasuk sangat kuat. Tapi, HIDUP MEMANG BERAT Nak! Wkwkwkw.. Ada banyak hal di luar sana yang akhirnya menghancurkan apa yang sudah ditata rapi.

Tapi tak apa, masih ada beberapa hal dalam financial planning yang dapat dipertanggungjawabkan. Tahun ini semua akan lebih baik. Pembelanjaan yang sungguh di luar dugaan telah terjadi di tahun 2015 ini. Wajarlah, untuk sebuah tahun yang penuh dengan prestasi, selalu ada pengorbanan yang perlu dilakukan. Haha … *ngelEs.

Now, welcome 2016. Biarlah masa lalu berlalu, jadikan pelajaran, ambil hikmah, lakukan yang terbaik di tahun depan.

Ini beberapa hal yang saya ingin capai dan lakukan di 2016

Resolusi #1 : Bayar Hutang Bisnis

Saya punya banyak hutang tahun lalu. Hutang posting blog, hutang optimasi artikel, hutang fokus di fanspage, hutang pada financial planning. Tahun ini saya akan memperbaiki semua itu.

Saya akan membangun 1 blog setiap 2 bulan, sehingga dalam setahun ke depan akan ada 6 blog tambahan untuk penyokong jualan online yang saya geluti. Managemen waktu adalah hal paling penting untuk menggapai semua ini.

Saya sebenarnya kadang heran dengan diri saya sendiri, entah karena sekarang sudah berada di comfort zone atau karena merasa bisnis ini sudah mampu berjalan tanpa perlu campur tangan saya, hal-hal seperti ini tak pernah lagi sanggup saya lakukan di 2 tahun belakangan. Padahal awal 2012 lalu, saya mampu begadang hingga pukul 02.00 atau hingga 03.00 hanya untuk membangun dan mengoptimasi blog-blog yang saya miliki.

Sekarang semua hal detail yang perlu saya lakukan sudah berada di tahap semi automatic. Ada begitu banyak kemudahan yang saya peroleh, berkat bantuan beberapa teman.

So, 2016 ini adalah masa untuk kembali bangkit menjadi pejuang online. Saya sudah benar-benar merasakan bagaimana dunia internet marketing mengubah pola pikir dan paradigma saya tentang how to make money! Sebuah kesia-siaan rasanya jika semua yang telah saya pelajari sejak 5 tahun belakangan ini tak dapat diaplikasikan untuk menggapai status financial freedom. Usia saya menjelang 31 tahun, masa yang masih sangat produktif untuk melakukan apa pun yang saya mau. Saya percaya bahwa apa yang saya lakukan tahun-tahun depan ini akan membantu saya menggapai status financial freedom di usia 35 tahun. Aamiin..

Manfaat yang akan saya ambil dari resolusi #1 ini adalah terpenuhinya kembali pundi-pundi keuangan yang menjamin bahwa semua bisa berjalan lancar. Harapan terbesar saya adalah makin stabilnya passive income.

Resolusi #2 : Repackaging Financial Plan

Setelah terobrak-abrik di tahun 2015, tahun depan adalah tanggung jawab saya untuk mengembalikan program financial planning agar kembali tertata. Beberapa reksadana harus dipenuhi kembali jatahnya, meskipun pelemahan rupiah saya lihat tidak memberi banyak keuntungan. Namun dalam jangka panjang, saya yakin value-nya akan jauh lebih tinggi dari yang sekarang.

Berinvestasi memang mesti sabar. Apalagi target investasi saya bukanlah untuk jangka setahun dua tahun. Kekuatan hati memang selalu diuji perihal ini. Haha …

Resolusi #3 : Yamaha NMAX non ABS 155cc

Setelah menggaet Matic Biru di 2014 kemarin, gairah saya sebagai pria dewasa 😆 kembali tergoda untuk memiliki sebuah motor gede. Dulu saat awal pulang kuliah pernah punya V-ixion, tapi jaman mo nikah dijual dengan alasan itu motor tidak cocok untuk istri yang bodinya agak imut. Sulit bro kalo mau jadi boncenger, bisa-bisa keseleo saat mo naik jok. 😀

Niat ini makin kuat setelah ada boil di garasi. Adanya mobil di rumah memang saya khususkan untuk kegiatan yang melibatkan Alwan dan Ibunya. Apalagi, Insya Allah di tengah tahun ini anggota keluarga kecil kami akan bertambah. Alhamdulillah … Motivasi terbesar memiliki mobil adalah mereka. Bagi saya, kebutuhan akan mobil bukanlah kebutuhan yang paling utama. Tapi saat anggota keluarga bertambah, maka motor bukan lagi pilihan yang tepat. Harus ada sarana yang menjamin kenyamanan dan keamanan mereka saat di jalan raya. 🙂

Nah, masalah dengan mobil sebenarnya sudah selesai. Untuk kebutuhan cepet, ada motor kecil. Untuk perjalanan jauh, ada mobil. Sekarang giliran saya untuk kembali menikmati perjalanan sebagai pria dewasa. Bruakakaka … Rencana di bulan Maret 2016 bisa meminang Yamaha NMAX. Sebuah matic gambot yang rasanya sangat nyaman dikendarai. Sekarang mah tiap hari nonton video reviewnya di Youtube. 😀

Bukan untuk gaya-gayaan saja bro (awalnya iya 😀 ), nanti saat Alwan sudah sekolah, perlu kendaraan untuk antar jemput setiap hari. Perlu kendaraan tambahan jadinya. Makanya yang Soul ini tetap ada, untuk keperluan itu. 🙂

Resolusi #4 : Lahiran Anak Ke-dua

Inilah anugerah terbesar di 2015, setelah semua yang Tuhan berikan ke kami.

Dulu saat Alwan usia setahunan, memang ada niatan untuk memiliki anak kedua setelah Alwan berumur 5 tahun. Tapi di tengah perjalanan, niat itu berubah. Rupanya di Resolusi 2014, kami sudah sangat menginginkan anak kedua. Jaman itu Alwan masih 3 tahunan.

Sebenarnya sejak akhir 2013 kami sudah promil (program hamil), tapi bisa jadi karena kesibukan yang teramat sangat itulah Tuhan masih belum memberikan kesempatan. Saya masih dalam kesibukan menyelesaikan kuliah di UNM, Ibunya Alwan pun masih di semester awal kuliah lanjutannya. Bisa jadi karena padatnya jadwal kegiatan, kehidupan yang tidak kondusif (karena tinggal di kost), atau juga karena kemakan omongan sendiri nanti punya anak saat Alwan umur 5 tahun, akhirnya semua usaha tidak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya saat pindahan rumah baru di April 2015, semua terasa lebih mudah. Seingat saya ada 2 hal yang saya ingat tentang keinginan punya anak kedua.

Yang pertama, sebuah kalimat yang ditulis dalam status facebook seseorang. Intinya : “Jika kamu punya sebuah mimpi, dan kamu tidak shalat malam karena mimpi itu, maka sebenarnya kamu tidak benar-benar bermimpi”. Beh! Langsung plak pokoknya!

Kedua, tips dari ustadz Danu. Katanya kalo istri lambat hamil, itu berarti suami jarang membantu istri di rumah. Hahaha .. Bener! Sejak saat itu, saya membantu istri mencuci baju dan menyapu lantai setiap pagi. 😀

Alhamdulillah, dua tips sederhana ini ditambah dengan konsumsi rutin Madu Penyubur Kandungan (niat banget promonya ) akhirnya membuahkan hasil. Pertengahan bulan kemarin USG, insya Allah sudah berumur 3 bulan Bro! Alhamdulillah … Semoga dimudahkan hingga lahiran nanti. Aaamiinn … ^_^

Resolusi #5 : Jadi Guru Biasa

Sebagai seorang guru dengan tugas tambahan, bisa jadi energi setiap hari habis di sekolah. Kadang bahkan pulang ke rumah bawa kerjaan. Ini juga salah satu poin sehingga resolusi #1 pada artikel ini menjadi hutang yang menumpuk. Setiap kali sampe rumah, sudah tak mampu ngapa-ngapain. Hanya tidur sore, nyiram bunga, malamnya nonton tivi saja. Beh.

Tahun ajaran depan saya ingin jadi guru biasa saja. Yeah, manusia setengah guru! 🙂

Resolusi #6 : Pola Hidup Sehat

Akhir-akhir ini sadar bahwa banyak keluarga di usia muda sudah terserang berbagai penyakit akibat pola hidup yang tak sehat. Tekanan darah tinggi, gula, stroke. Hah. Saya pribadi sebenarnya suka olahraga, hanya saja beberapa bulan belakangan ini pola makan memang tak sehat. Sejak dede’ calon bayi terdeteksi, Ibunya Alwan sangat jarang masak. Pusing pala barbie-nya kalo kebanyakan aktivitas. Jadilah kita minta orang untuk masakin (beli di warung maksudnya 😀 ). Lama kelamaan baru berasa bahwa makanan warung kebanyakan kurang sehat, mungkin tak separah fast food, tapi gizinya jadi tak seimbang. Kadang hanya beli bakso saja, tanpa makan sayur. Kadang ikan bakar, tanpa sayur juga. Wajar kalo lama kelamaan kena kolesterol. 😀

Untuk menjaga pola hidup sehat, semoga tahun depan Ibu sudah bisa memasak kembali. Yee … Kita akan olahraga ringan dengan berjalan kaki di pagi hari. Sore hari bisa dilanjutkan dengan bersepeda, atau sekedar angkat beban.

Resolusi Tambahan :
* Ngehadirin Nikahannya sahabat dalam list berikut ini :

Ini resolusi paling akhir, karena orangnya sendiri tidak memberi batasan kapan pesta nikahannya. Yang pasti maunya cepet. Sebisa mungkin awal tahun, tengah tahun atau akhir tahun pun tak apalah. 😀 Semangat Om Tante!
Resolusi ini ngikut ke apa yang Om dan Tante lakukan. ^_^

Demikianlah resolusi yang ingin saya capai di 2016.

Salam hangat,
Dari tempat paling indah di dunia
Abied

Stres Tingkat Dewa : Gegara Rumah

Hufh .. Rasanya bangun rumah sendiri tu kek gini ternyata Bro. Uang cukup saja bukan keniscayaan bahwa rumah dapat selesai tepat waktu. Ada saja halangan di sana sini yang menghambat proses penyelesaian rumah.

Ketika semua berubah, dan tak ada lagi tempatmu mengaduh, ketika itulah semua terasa sia-sia. Hidupmu terasa tanpa arti bagi siapa-siapa. Dan ketika itulah, semua kesalahanmu akan muncul dalam benak, menghadirkan luka di lubuk terdalam hatimu sendiri. Bagaimana bisa ada hati seperti ini?!

Ini hati Mbak, bukan Karoppo’ yang bisa kau remukkan semua hatimu. 😆

Resolusi 2015?! Here They Are!

Assalamu alaikum … Salam hangat sahabat sekalian. Lama sekali rasanya saya tidak menuliskan curahan hati di blog ini. Mungkin lupa, atau bisa jadi karena menulis di blog yang satu ini tidak lagi jadi sebuah kebiasaan. Atau juga karena alasan kesibukan, aktifitas yang padat atau juga karena merasa pikiran cukup sangat dapat dikendalikan tanpa harus curhat di dunia maya. Haha …

4 Juta Dibobol dari Kartu Kredit, Bagaimana Cara Komplain ke Bank?

Senin, 24 November 2014, saya dapat SMS notifikasi dari Bank Mandiri perihal transaksi pada kartu kredit saya. SMS menyebutkan bahwa telah terjadi transaksi dari kartu kredit milik saya pada sebuah situs belanja online, yakni lazada.com.ph.

Awalnya saya kira itu Lazada Indonesia, biasa lah .. Nama lazada semakin familiar di kepala saya setelah banyak kali iklannya tampil di tivi. Namun setelah saya buka kembali SMS, rupanya ada ekstensi .ph di alamat domain. Penasaran akhirnya langsung saya coba akses, ternyata itu adalah Lazada Filipina, toko Online Lazada yang melayani publik di Filipina. Sebagai sebuah toko online terbesar, saya baru ingat bahwa Lazada memiliki layanan di beberapa negara. Yang terbaru kemarin saya baca website lamido.co.id, mitra lazada Indonesia.

Welcome Back!

Dunia ini indah. Itu kata yang selalu saya sampaikan dalam hati. Saking indahnya, selalu ada kegiatan yang membuat manusia lupa waktu. Beberapa hari ini juga begitu. Bangun pagi lebih cepat dari biasanya, langsung duduk ngangk*ng (eh) depan laptop. Sampe matahari menunjukkan panasnya, baru berhenti, mandi dan ke sekolah. Setelah senja, kembali ngank*ng (eh) di tempat yang sama, hingga para warga yang sedang ronda pulang ke rumah masing-masing. Lah, sudah pukul 02.00 malam …

Blogging.

Salah satu hal yang saya sukai. Tak cuma untuk menyalurkan hobi menulis (Muaaahaha .. Ngakunya nulis, padahal biasanya minta orang update-kan isi blog), tapi juga karena blogging merupakan salah satu dari sekian hal yang memberikan rasa bahagia.

Saya menyebutnya passion. Sesuatu yang ketika kau melakukannya : kau lupa waktu.

Ini sudah kulakukan sejak tahun 2007 lalu, saat akses internet di sekitar kampus masih mahal. Tiga ribu rupiah untuk jaman saya mahasiswa dulu sudah cukup untuk makan sehari, dapat 2 ekor ikan goreng + semangkuk sayur. Kalo lagi niat online, mesti jalan kaki ke warnet di depan kampus, 500an meter dari rumah. Sekarang mah sudah murah, tinggal duduk depan laptop dah bisa online sepuasnya. Tagihannya bayar saja tiap awal bulan. Hehe …

Blog MasBied.com ini pun ber-metamorfosis beberapa kali. Awalnya (Desember 2010) jadi tempat belajar self hosting, hasil migrasi dari meetabied.wordpress.com. Setahun pertama blog ini menjadi harapan untuk mendapatkan passive income lewat internet. Syukurlah, itu terjawab. Beberapa metode mencari uang di internet terbukti memberikan receh di rekening *yang sudah lama tidak aktif karena tidak pernah diisi.

Setelah beberapa kali badai bersama, IBN, Adsense, Innity, Januari 2014 isi blog ini saya migrasi lagi ke blog lain. Hampir setahun dibiarkan hanya jadi domain ngangkrak, yang bertugas mengalirkan backlink dan visitor ke blog-blog money lainnya. Tega kau! 😀

Tapi beberapa hari lalu merasa kasihan, iba dengan keadaannya. Padahal dia yang dulu membuatku mengenal dunia Internet Marketing.

Jadilah, MasBied.com, blog paling cakep sedunia *orangnya maksudnya* kembali up. Dijadikan sebagai tempat berbagi cerita. Semuanya murni tentang rasa bahagia dalam hidup.

Blog ini menjadi milik pribadi. Semua yang dipublikasikan adalah sebagai salah satu bukti bahwa MasBied masih eksis, setelah selama ini menjadi pemain di balik layar. Cieee …

Semoga bermanfaat,

Bone-Bone, 17 Oktober 2014

Hari tanpa Alwan dan Ibunya.

Salam hangat, dari tempat paling indah di dunia ..

Abied

Masih ingat satu yang ini …