MasBied.com

Muhammad Zainal Abidin Personal Site

Karya Tulis Ilmiah

Alat Bukti dalam Pengadilan Agama

Posted on October 29, 2009

ALAT BUKTI DALAM PENGADILAN AGAMA

  1. A. Pengertian dan Tujuan Alat Bukti

Setiap tuntutan hak atau menolak tuntutan hak harus dibuktikan di maka sedang pengadilan. Dalam pembuktian ini diperlukan alat-alat bukti. Alat bukti adalah alat-alat atau upaya yang bisa dipergunakan oleh pihak-pihak yang berperkara di muka sidang pengadilan untuk meyakinkan hakim akan kebenaran tuntutan atau bantahannya.[1] Alat bukti ini sangat penting artinya bagi para pihak yang berperkara merupakan alat atau sarana untuk meyakinkan  kebenaran tuntutan hak penggugat atau menolak tuntutan hak bagi hakim. Dan bagi hakim, alat bukti tersebut dipergunakan sebagai dasar memutus perkara.

Suatu perkara di pengadilan tidak dapat diputus oleh hakim tanpa didahului dengan pembuktian. Dengan kata lain, kalau gugatan penggugat tidak berdasarkan bukti maka perkara tersebut akan diputus juga oleh hakim tetapi dengan menolaknya gugatan karena tidak ada bukti.

Di dalam kitab-kitab fiqih kebanyakan fuqaha menyebut dengan alat bukti dengan Al Bayyinah, Al Hujjah , Ad Dalil, Al Burhan, tetapi yang tiga terakhir ini tidak lazim diperkara.[2]

Sebagaimana disebutkan di atas pengertian bayyinah merupakan suatu bukti-bukti yang menjelaskan dalam keperluan pembuktian agar menyakinkan hakim.[3] Yang dimaksudkan dengan yakin adalah sesuatu yang ada berdasarkan kepada penyelidikan yang mendalam dan sesuatu yang telah diyakini tidak akan lenyap kecuali datangnya keyakinan yang lain lebih kuat dari pada keyakinan yang ada sebelumnya.

Kalau seorang ahli waris ingin menuntut pembagian harta pusaka (warisan) seseorang yang belum pernah diadakan pembagian warisan, maka ia terlebih dahulu harus membuktikan dirinya bahwa ia betul-betul ahli waris dari si mayit (al mahrum) dan bahwa barang-barang sengketa termasuk harta peninggalan dari si mati yang belum terbagi, kesemuanya ini harus dibuktikan akan kebenaran yang diajukan ke pengadilan, walau demikian hakim juga tidak langsung menerima keinginan si pemohon tersebut, akan tetapi ia harus meneliti dan memeriksa bukti-bukti yang diajukan itu.

Dari uraian singkat di atas, maka dapat diketahui bahwa tujuan utama dari alat bukti ialah untuk lebih memperjelas dan meyakinkan hukum sehingga ia tidak keliru dalam menetapkan putusannya  dan pihak yang benar tidak dirugikan sehingga dengan demikian keadilan di muka bumi ini dapat ditegakkan. Read more …

Model Pembelajaran Langsung, Koperatif dan Berbasis Masalah

Posted on July 8, 2009

Model Pembelajaran Kooperatif

  • Karakteristik pembelajaran kooperatif
    • Siswa belajar dalam kelompok, produktif mendengar, mengemukakan pendapat dan membuat keputusan secara bersama
    • Kelompok siswa terdiri dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah (heterogen).
    • Jika dalam kelas terdapat siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda, maka diupayakan agar dalam setiap kelompok terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda
    • Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan
  • Tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran kooperatif
    • Hasil belajar akademikPembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik seain itu banyak ahli berpendapat pembelajaran kooperatif Read more …

Menjadi Pemimpin yang Baik (How Be The Best Performance)!

Posted on April 8, 2009

Tidak seorang pun bisa menjadi pemimpin yang hebat bila segalanya dilakukan seorang diri, atau karena ingin mendapat pujian, demikian yang dikatakan Andrew Carnegie. Pasti sebagian besar dari kita sependapat dengan Carnegie bahwa kita memerlukan orang lain untuk menjalankan tugas-tugas besar.

Dwight Eishenhower mengatakan bahwa pemimpin yang besar mampu memotivasi orang sehingga mereka mau melaksanakan apa yang diinginkan sang pemimpin karena mereka ingin melakukannya. Namun, masalahnya bagaimana kita bisa memotivasi orang lain sehingga mereka bersedia dengan senang hati melakukan apa yang kita arahkan untuk mereka perbuat. Inilah yang akan dibahas lebih lanjut  dalam Tulisan berikut
MULAI DARI MOTIVASI DIRI

Jim Dorman dan John C Maxwell dalam buku mereka Strategi Menuju Sukses mengatakan bahwa sebelum kita memotivasi orang, selain perlu mengetahui tujuan yang ingin kita capai dengan benar, kita perlu juga memiliki motivasi tinggi untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tanpa memiliki sendiri motivasi yang tinggi, akan sulit sekali bagi kita untuk memotivasi orang lain
melakukan hal yang sama. Berikut adalah cara untuk memotivasi diri sendiri. Read more …

Penggunaan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Posted on March 11, 2009

Media, Komunikasi dan Teknologi Pendidikan

Proses komunikasi yang mungkin terjadi selama proses pembelajaran :

  • Komunikasi searah yaitu komunikasi yang terjadi dari guru kepada siswa. Ciri-cirinya yaitu: CBSAnya rendah, sebagai komunikator adalah guru, sebagai komonikannya adalah siswa, proses peragaan cenderung bersifat demonstrasi
  • Komunikasi dua arah yaitu komunikasi antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan guru. Ciri-cirinya yaitu: kegiatan siswa mulai nampak, guru maupun siswa sebagai komonikator.
  • Komunikasi multi arah yaitu komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan guru atau siswa dengan siswa. Ciri-cirinya yaitu: CBSAnya tinggi, guru maupun siswa sebagai komunikator, Read more …