MasBied.com

Muhammad Zainal Abidin Personal Site

pengertian pembinaan iman

Tinjauan Umum tentang Koperasi dan Masyarakat Muslim di Kota Makassar

Posted on February 24, 2011

  1. A. Pengertian, Fungsi, Prinsip dan Macam-macam Koperasi
    1. 1. Pengertian Koperasi

Koperasi merupakan istilah serapan dari bahasa Inggris “co-operation /co’operate yang diartikan sebagai bekerja dengan bersama-sama.[1] Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia koperasi diterjemahkan dengan perserikatan yang bertujuan memenuhi keperluan kebendaan para anggotanya dengan cara menjual barang-barang kebutuhan dengan harga murah (tidak bermaksud mencari untung).[2]

Arifinal Chaniago mendefinisikan koperasi sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.[3]

Sedang menurut Moh. Hatta “Bapak Koperasi Indonesia” mendefinisikan koperasi lebih sederhana tetapi jelas, padat dan ada suatu visi misi yang dikandung koperasi. Menurutnya koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan ‘seorang buat semua dan semua buat seorang’.[4]

Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian Pasal 1 ayat (1) disebutkan tentang pengertian koperasi sebagai berikut: Read more …

Aqidah Akhlak

Posted on February 22, 2011

  1. A. Pengertian Aqidah Akhlak
    1. Pengertian Aqidah

Secara etimologis (lughat), aqidah berakar kata dari kata aqada-ya’qidu-aqdan-aqidatan. Aqdan berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh. Setelah terbentuk menjadi aqidah berarti keyakinan,[1] dapat pula diartikan (???? ) ??? berarti mengingat, menyimpulkan, menggabungkan.[2]

Sebagaimana diketahui bahwa dasar pokok utama dalam Islam adalah aqidah atau keyakinan secara etimologik, aqidah berarti credo, keyakinan hidup, dan secara khusus aqidah berarti kepercayaan dalam  hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.[3] Menurut Arifin Zainal Dzamaris, aqidah istilah suatu yang dianut oleh manusia dan diyakini apakah berwujud agama atau lainnya.[4]

  1. 2. Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah

Obyek materi pembahasan mengenai aqidah pada umumnya adalah Arkan Al-Iman, yaitu:

  1. Iman kepada Allah swt.
  2. Uman kepada malaikat (termasuk pembahasan tentang makhluk rohani lainnya seperti Jin, iblis dan syaitan).
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah
  4. Iman kepada Rasul Allah
  5. Iman kepada hari akhir
  6. Iman kepada taqdir Allah.[5]

Aqidah Islam berawal dari keyakinan kepada zat mutlak yang Maha Esa yang disebut Allah. Allah Maha Esa dalam zat, sifat, perbuatan dan wujudnya. Kemaha-Esaan Allah dalam zat, sifat, perbuatan dan wujdunya itu disebut tauhid. Tauhid menjadi inti rukun iman.[6]

Aqidah pokok yang perlu dipercayai oleh tiap-tiap muslimin, yang termasuk unsur pertama dari unsur-unsur keimanan ialah mempercayai:

  1. Wujud (ada) Allah dan wahdaniyat (keesaannya) sendiri dalam menciptakan, mengatur dan mengurus segala sesuatu. Tidak bersekutu dengan siapapun tentang kekuasaan dan kemuliaan. Tiada menyerupainya tentang zat dan sifatnya. Hanya Dia saja yang berhak disembah, dipuja dan dimuliakan secara istimewa. Kepadanya saja boleh menghadapkan permintaan dan menundukkan diri tidak ada pencipta dan pengatur selain darinya.

Firman Allah dalam QS. Al-Ikhlas (112): 1-4.

Terjemahnya: Read more …

Peranan Keluarga dalam Menentukan Tingkat Disiplin Anak

Posted on February 22, 2011

A. Posisi Keluarga Dalam Menentukan Tingkat Disiplin Pada Anak

Esensi pendidikan umum adalah proses menghadirkan situasi dan kondisi yang memungkinkan sebanyak mungkin subyek didik memperluas dan memperdalam makna-makna esensial untuk mencapai kehidupan yang manusiawi. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya kesengajaan atau kesadaran untuk mengundangnya melakukan tindak belajar yang sesuai dengan tujuan. Dengan demikian, esensi pendidikan umum, mencakup dua dimensi yaitu dimensi pedagogis dan dimensi subtantif. Dimensi pedagogis adalah proses menghadirkan situasi dan kondisi yang sebanyak mungkin anak didik terundang untuk memperluas dan memperdalam dimensi substansif.

Pendidikan umum dilaksanakan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.  Dengan demikian, keluarga merupakan salah satu lembaga yang mengembang tugas dan tanggung jawab  dalam pencapaian tujuan pendidikan umum.

Tujuan esensial pendidikan umum adalah mengupayakan subyek didik menjadi pribadi yang utuh dan terintegrasi. Untuk mencapai tujuan ini, tugas dan tanggung jawab keluarga (orang tua) adalah menciptakan situasi dan kondisi yang memuat iklim yang dapat dihayati anak-anak untuk memperdalam dan memperluas makna-makna esensial.

Orang tua dapat melaksanakan dengan cara menciptakan situasi dan kondisi yang dihayati oleh anak-anak agar memiliki dasar-dasar dalam mengembangkan disiplin.

Pendidikan dalam keluarga memberikan keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan pergaulan serta pandangan, keterampilan dan sikap hidup yang mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kepada anggota keluarga yang bersangkutan.

Anak yang berdisiplin memiliki keteraturan diri berdasarkan nilai agama, nilai budaya,  aturan-aturan  pergaulan, pandangan hidup, dan sikap hidup yang bermakna bagi dirinya sendiri, masyarakat bangsa dan negara. Artinya, tanggung jawab orang tua adalah mengupayakan agar anak disiplin  diri untuk melaksanakan hubungan dengan Tuhan yang menciptakannya, dirinya sendiri, sesama manusia, dan lingkungan alam dan makhluk hidup lainnya berdasarkan nilai moral. Read more …

Pandangan Umum tentang Multi Level Marketing (MLM)

Posted on February 21, 2011

A. Asal Mula dan Defenisi MLM

1. Asal Mula MLM

Akar dari Multi Level Marketing (MLM) tidak bisa dipisahkan dengan berdirinya Amway Corporation dan produknya Nutrilite. Konsep dari Nutrilite dimulai pada awal tahun 1930 oleh Carl Rehnborg, seorang pengusaha Amerika yang pernah tinggal di Cina pada tahun 1917-1927. Berdasarkan publikasi dari Amway, pengalamannya ketika tinggal di Cina menyebabkan Rehnborg memperoleh kesempatan yang sangat besar untuk meneliti pengaruh dari diet yang tidak cukup.

Kehidupan yang keras di Cina juga membuat Rehnborg mempelajari banyak literatur mengenai nutrisi pada waktu itu. Akhirnya dia menyimpulkan bahwa diet yang seimbang dibutuhkan untuk membuat seluruh tubuh bisa tetap berfungsi secara seimbang. Penemuan ini menyebabkan dia merasakan adanya kebutuhan untuk makanan suplemen bagi diet yang mampu menyediakan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh tanpa memperdulikan kebiasaan makan seseorang.

Setelah melakukan eksperimen selama 7 tahun, akhirnya Rehnborg berhasil menghasilkan makanan suplemen. Dia memberikan hasil temuannya tersebut kepada teman-temannya untuk dicoba. Sam anak dari Rehnborg, yang akhirnya menjadi Presiden dan Chief Operating Officer dari Nutrilite menyatakan : “setelah beberapa waktu, ayah akan mengunjungi teman-temannya untuk melihat hasil yang didapatkan, seringkali dia melihat produk yang dia berikan berada pada laci, tidak digunakan dan terlupakan. Hal ini tidak mendatangkan kerugian apa-apa pada mereka karena mereka menganggap produk tersebut tidak memiliki arti apa-apa. Akhirnya dia menemukan prinsip dasar yaitu mengharuskan teman-temannya membayar untuk produk yang diberikan kepada mereka. Ketika dia menjual produk tersebut, teman-temannya memakan produk tersebut, benar-benar memakannya dan menyukainya bahkan mereka juga menginginkan teman-teman mereka untuk mendapatkan produk tersebut. Ketika mereka meminta ayah saya untuk menjual produk tersebut kepada teman-teman mereka, ayah saya berkata “kamu yang menjualnya kepada teman-teman kamu dan saya akan memberikan komisi kepada kamu”. Bisnis makanan suplemen dan Carl Rehnborg ini diberi nama California Vitamin Corporation yang akhirnya berganti nama menjadi Nutrilite Product pada tahun 1939. Read more …

Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)

Posted on February 8, 2011

Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) merupakan suatu alat yang dimasukkan kedalam rahim yang bentuknya macam-macam, Alat ini berfungsi untuk mencegah bersemainya sel telur yang telah dibuahi rahim. Alat ini sangat efektif dengan kemampuan sampai 97-98% dalam mencegah kehamilan, Lama pemakaiannya dapat mencapai 4-5 tahun. Selama pemakaian akan diajarkan bagaimana memeriksa sendiri apakah alat kontrasepsi tersebut masih ada didalam rahim dengan cara meraba rahim didalam meraba benang AKDR/IUD tersebut dengan vagina. (Rustam :1998)

Keluarga Berencana

Keluarga berencana (KB) adalah perencanaan kehamilan, sehingga kehamilan hanya terjadi pada waktu yang diinginkan. Jarak antara kehamilan diperpanjang, dan kelahiran selanjutnya dapat dicegah apabila jumlah anak telah mencapai yang dikehendaki untuk membina kesehatan seluruh anggota keluarga dengan sebaik-baiknya, menuju norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Kegiatan KB tidak hanya berupa panjang dan mengatur kehamilan, tapi termasuk kegiatan untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. (Rustam:1998) Read more …