perilaku yang mencerminkan keimanan kepada hari akhir
Doktrin Ekonomi Al-Qur’an : Muhammad sebagai Ekonomi
Posted on January 28, 2011
Sarjana Yahudi CC Torey dalam bukunya, the commercial-theological term in the Koran, menyimpulkan bahwa istilah-istilah ekonomi dan bisnis dalam Al-Qur’an bukan hanya merupakan kiasan-kiasan ilustratif tetapi merupakan butir-butir doktrin yang paling mendasar dalam bidang ekonomi dan bisnis.
Al-Qur’an mempunyai sikap yang kuat dan tegas dalam masalah ekonomi dari bisnis. Mengikuti model Ali Syari’ati dalam memahami kandungan Al-Qur’an dari nama-nama suratnya saja mengandung pesan-pesan bahkan ajaran tentang berbagai masalah ekonomi. Read more …
Realisasi Iman dalam Kehidupan Sosial
Posted on June 2, 2010
Pengertian
Dari segi etimologi iman berasal dari bahasa arab yang berarti kecepatan, lurus, jujur, setia, aman, dan sentosa. Sedangkan menurut Syafi’i (terminologi) adalah mengimani Allah swt, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, qada’ dan qadar serta hari akhir. Apabila seseorang tidak mengimani dari salah satu dari rukun iman yang enam maka sesungguhnya dia tidak mengimani Allah swt, oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk selalu takwa kepada-Nya. Dia menggunakan sifat al-Jabbar-Nya kepada kita untuk patuh hanya kepada-Nya.
Cinta Sesama Muslim Sebagian Dari Iman.
Kita tidak mengetahui bahwa cinta sesama muslim merupakan hubungan horizontal yang masih dipupuk dan dilestarikan, bahkan dalam sebuah hadits menyatakan, bila salah seorang di antara kamu sakit maka kita pun mengalami hal yang sama, kita harus yakin seberat apapun beban yang ada di pundak akan terasa ringan bila kita saling membagi
Pembinaan Akhlak Generasi Muda
Posted on October 30, 2009
A. Dasar-dasar Pembinaan
Kehidupan beragama salah satu diantara sekian banyak sektor harus mendapatkan perhatian besar bagi bangsa dibandingkan dengan sektor kehidupan yang lain. Sebab pencapaian pembangunan bangsa yang bermoral dan beradab sangat ditentukan dari aspek kehidupan agama, terutama dalam hal pembinaan bagi generasi muda.[1]
Secara harfiah pembinaan berarti pemeliharaan secara dinamis dan berkesinambungan.[2] Di dalam konteksnya dengan suatu kehidupan beragama, maka pengertian pembinaan adalah segala usaha yang dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran memelihara secara terus menerus terhadap tatanan nilai agama agar segala perilaku kehidupannya senantiasa di atas norma-norma yang ada dalam tatanan itu. namun perlu dipahami bahwa pembinaan tidak hanya berkisar pada usaha untuk mengurangi serendah-rendahnya tindakan-tindakan negatif yang dilahirkan dari suatu lingkungan yang bermasalah, melainkan pembinaan harus merupakan terapi bagi masyarakat untuk mengurangi perilaku buruk dan tidak baik dan juga sekaligus bisa mengambil manfaat dari potensi masyarakat, khususnya generasi muda.
Membangun kesadaran bagi generasi bukanlah hal yang gampang untuk tercapai secara maksimal, tetapi dalam pembinaan kesadaran yang menjadi hal pokok untuk dibangun. Kesadaran hendaknya disertai niat untuk mengintensifkan pemilikan nilai-nilai dari pada yang sudah dimiliki, sebab dengan cara tersebut akan mampu mewujudkan pemeliharaan yang dinamis dan berkesinambungan.[3]
Unsur pemeliharaan dan dinamisasi menjadi sangat penting untuk mewujudkan suatu kontruksi pembinaan yang utuh dan hakiki. Hal inilah disebabkan karena wujud tatanan itu pada hakikatnya mengandung dua jenis nilai; nilai primer universal terus-menerus, sedangkan nilai sekunder local merupakan pengembangan dari hasil pemahaman nilai primer itu yang mana kondisi suatu tempat tertentu memberikan pengaruh terhadap pribadi seseorang. Read more …
