Pendapat Mu’tazilah, Asy’ariah, Al-Maturidi & Bukhara tentang Wahyu dan Akal
Posted on February 3, 2011
Akal dan wahyu dipakai oleh manusia di dalam membahas ilmu teologi, sebagai ilmu yang membahas soal ketuhanan dan kewajiban-kewajiban manusia terhadap Tuhan. Akal sebagai daya berpikir yang ada dalam diri manusia berusaha terus untuk sampai kepada diri Tuhan sedangkan wahyu sebagai khabaran dari alam metafisika turun kepada manusia dengan keterangan-keterangan tentang Tuhan dan kewajiban-kewajiban manusia kepada Tuhan.
Persoalan kekuasaan dan fungsi wahyu ini dihubungkan dengan dua masalah pokok dan masing-masing bercabang dua. Masalah pertama bercabang dua menjadi mengetahui Tuhan (husul ma’rifah Allah) dan kewajiban mengetahui Tuhan (wujud ma’rifah Allah). Masalah kedua bercabang dua menjadi mengetahui baik dan jahat (Ma’rifah Al-Husul Wa Al-Qubh). Dan kewajiban mengerjakan perbuatan baik dan kewajiban mengetahui perbuatan jahat (wujud I’tinaq Al-Hasan Wa Ijtinab Al-Qabih). Read more …
