Data Beberapa Ahli Penemu Riset Tentang Matematika
Posted on March 20, 2010
Perkembangan Belajar Anak
Beberapa konsep kognetif yang diteorikan oleh Peaget yakni Adaptasi, Asimilasi, dan akomodasi, ekuilebrasi operasi dan skemata. Adaptasi merujuk pada proses pikiran individu untuk mencari keseimbangan pengetahuan pribadinya yang dipengaruhi oleh lingkungan. Asimilasi merujuk pada proses mental individu untuk menghayati suatu situasi dari sudut cara berpikirnya saat itu. Akomidasi merujuk proses mental individu untuk menyesuaikan konsepsi sebelumnya dengan tuntutan situasi baru, sehingga terbentuk konsep atau cara berpikir baru. Ekuilebraasi menunjuk pada proses mental dimana individu melakukan serangkaian proses adaptasi atau proses asimilasi dan akomodasi dengan cara memanfaatkan umpan balik atau feedback dan umpan maju atau feedforwod. Operasi menunjuk pada proses mental yang berkenaan dengan pemahaman tindakan yang lebih bersifat simbolik dari pada teralami (experiential). Contohnya : mengurutkan, mengelompokkan, membuat rangkaian, memberi nomor dan menggabungkan, sedangkan skemata menunjuk kepada segala sesuatu yang bersifat pikiran dan prilaku yang dapat disimpan dan diulang serta digeneralisasikan dalam tindakan. Skemata merupakan alat berpikir dimana kita menyimpan, mengatur dan menggunakan kembali apa-apa yang kita pelajari.
Bagaimana memanfaatkan teori Peaget dalam pembelajaran? Jika dilihat dengan menggunakan teori Peaget Pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan rekayasa prilaku untuk merangsang, memeliharan, dan meningkatkan terjadinya proses berpikir pembelajaran.
Cara Seseorang Memperoleh Pengetahuan dan Implikasinya Pada Pembelajaran Matematika
Posted on March 20, 2010
BAB I
PENDAHULUAN
Psikologi Kognitif merupakan salah satu cabang dari psikologi umum yang mencakup studi ilmiah tentang gejala-gejala kehidupan mental/psikis yang berkaitan dengan cara manusia berfikir, seperti dalam memperoleh pengetahuan, mengolah kesan yang masuk melalui penginderaan, menghadapi masalah/problem untuk mencari suatu penyelesaian, serta menggali dari ingatan pengetahuan dan prosedur kerja yang dibutuhkan dalam menghadapi tunututan hidup sehari-hari.
Cabang ilmu psikologi ini khusus mempelajari gejala-gejala mental yang bersifat kognitif dan terkait dengan proses belajar mengajar di sekolah, yang memiliki hubungan erat dengan psikologi belajar, psikologi pendidikan dan psikologi pengajaran. Pengetahuan dan pemahaman tentang proses belajar tidak hanya menerangkan mengapa siswa berhasil dalam proses balajar, tetapi juga membantu untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam prose situ dan sekali terjadi kesalahan selama periode belajar, untuk mengoreksinya.
Teori Belajar Permainan Dienes dalam Pembelajaran Matematika
Posted on March 20, 2010
PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASAR TEORI DIENES
Pendahuluan
Perkembangan psikologi kognitif sebagai suatu cabang psikologi yang memfokuskan studi-studinya pada aktivitas mental atau pikiran manusia telah berkembang sangat pesat seiring dengan menurunnya popularitas psikologi behaviorisme, berkembangnya studi tentang perkembangan kognitif dan bahasa serta kemajuan ilmu komunikasi. Studi tentang perkembangan kognitif manusia telah melahirkan teori psikologi pembelajaran dan membentuk aliran baru yang disebut kognitivisme.
Penyajian pembelajaran matematika saat ini tidak terlepas dari teori psikologi pembelajaran kognitivisme. Galloway (Ratumanan, 2004) mengemukakan bahwa belajar suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan faktor-faktor lain. Proses belajar meliputi pengaturan stimulus yang diterima dengan struktur kognitif yang terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Statistik Deskriptif
Posted on March 20, 2010
Prosedur statistik pada dasarnya metode yang mengolah informasi kuantitatif, sehingga informasi tersebut mempunyai arti. prosedur ini punya dua keuntungan pokok. pertama, memungkinkan untuk menyusun, meringkas, dan mendeskripsikan observasi. Demikian Teknik demikian disebut statistika deskriptif. Kedua, menarik kesimpulan tentang populasi yang didasarkan pada sampel yang diambil dari populasinya, dan bagaimana secara tepat mengambil keputusan secara induktif, untuk masalah seperti ini perlu digunakan statistika inferensial.
SKALA PENGUKURAN
Untuk bisa bekerja dengan statistika, semua data dinyatakan dalam bentuk angka atau bilangan, termasuk data kualitatif. Skala pengukuran dibedakan atas empat macam skala, yaitu: nominal, ordinal, dan rasio.
Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala yang paling primitif. Skor untuk setiap pengamatan hanyalah merupakan tanda atau simbol yang menunjukkan kedalam kelompok atau kelas mana individu tersebut termasuk. Misalnya, jenis kelamin dengan skor yang mungkin “1” untik laki-laki dan “0” untuk perempuan. Skor tersebut hanya diberikan untuk membedakan antara kelompok yang satu dengan yang lainnya. Urutan, selisih, jumlah dan operasi hitung lainnya tidak mempunyai arti.
Teori Belajar Guilford
Posted on March 20, 2010
PENDAHULUAN
Kecerdasan dalam Belajar
Teori Guilford banyak membicarakan mengenai struktur intelejensi/kecerdasan seseorang yang banyak mengarah pada kretivitas seseorang. Guilford menerangkan tentang Kecerdasan yang di diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menjawab melalui situasi sekarang untuk semua peristiwa masa lalu dan mengantisipasi masa yang akan datang. Dalam konteks ini maka yang namanya belajar adalah termasuk berpikir, atau berupaya berpikir untuk menjawab segala masalah yang dihadapi. Konsepnya memang kompleks, karena setiap masalah akan berbeda cara penanganannya bagi setiap orang. Untuk itu diperlukan perilaku intelejen, yang tentu sangat berbeda dengan perilaku nonintelejen. Yang pertama (perilaku intelejen) ditandai dengan adanya sikap dan perubahan kreatif, kritis, dinamis, dan bermotif (bermotivasi), sedangkan yang kedua keadaannya sebaliknya. Pengertian kebiasaan juga mengandung arti kebiasaan kreatif, bukan kebiasaan pasif reaktif (mekanis) seperti pada pandangan kaum behavioris.
