SMAN 1 Bone-Bone in Action (Part 1)

Kali ini akan ada beberapa gambar yang saya posting khusus untuk pengunjung setia blog yang berasal dari kalangan alumni atau pun civitas akademika SMAN 1 Bone-Bone. Hanya buat beberapa foto gaya mereka. Semoga bisa mengobati kerinduan akan sekolah tercinta. 🙂

Gambar ini adalah gambar beberapa orang guru dalam aksinya. Ada yang malu-malu, dikiranya mo diapain. Ntar, kalo dah ada waktu, akan posting foto-foto guru yang lain. Mereka belum tau ini buat apa. Buat dipajang di kamar, kali aja nyamuk-nyamuk pada takut!

Hidup dalam Rasa Syukur Berarti Menikmati Kehidupan Surgawi

Kalimat di atas adalah sebuah kalimat bijak yang diucapkan oleh Johannes A. Gartner. Kedengarannya sederhana, dan memang benar, itu sederhana. Setiap orang mampu memahami makna dari kalimat pendek di atas. Hanya saja, sejauh mana kita telah mengaplikasikannya?

Senja tadi nonton realiti show “Minta Tolong” di RCTI. Seorang ibu tua meminta bantuan orang yang dijumpainya untuk menukar tikar tua-nya yang sudah bolong-bolong dengan sebuah tikar yang lebih baik. Kalau Sahabat pernah nonton acara ini, sahabat akan liat banyak orang yang sebenarnya memiliki daya untuk menolong, tapi hatinya tak terketuk untuk melakukan itu. Akhirnya, di akhir acara, seorang ibu muda penjual pisang mentah dan sayuran, rela mengeluarkan uangnya Rp. 35.000 untuk membeli sebuah tikar. Nilai rupiahnya memang tak terlampau besar – apalagi bagi sahabat yang punya kesempatan untuk datang ke blog ini –, tapi butuh hati selembut sutra untuk rela melakukan itu. Dalam kesehariannya, uang segitu bisa jadi jumlah yang sangat besar.

Mencari Orang-orang dari Masa Lalu

Seperti layaknya sebuah terapi makanan, yang membantu seseorang merasa nyaman ketika memakannya, menemukan orang dari masa lalu adalah salah satu bentuk kebahagiaan berulang yang bisa kita lakukan. Dulu, waktu masih kuliah di Makassar, makan kapurung adalah salah satu cara yang kulakukan untuk mengurangi kerinduan pada kampung halaman. Kapurung, sebagai salah satu makanan tradisional Palopo yang selalu dinikmati tiap kali ngumpul bareng, akan membantu otak menumbuhkan efek bahagia dan kenangan mesra bersama orang-orang yang telah hadir sebelumnya.

Pernah juga merasakan terapi parfum. Eskuline warna ungu, salah satu simbol persahabatan kami ketika SMA. Tiap kali memakai eskuline, bahkan hingga hari ini pun, kenangan masa SMA akan berulang di kepala. Menimbulkan kebahagiaan.

Benar kata sebuah kalimat bijak : “Jika kau membuat seseorang bahagia hari ini, sebenarnya kau tak hanya membuatnya bahagia hari ini saja, kau juga membuatnya merasa bahagia, nanti, ketika dia mengenang apa yang telah kau lakukan hari ini”.

Saya sedang berusaha menemukan sebanyak mungkin orang-orang yang telah hadir dalam kehidupan saya sebelum ini.

Belajar Menciptakan Masa Depan Sesuka Hati

Cara terbaik mengetahui masa depan Anda adalah dengan menciptakannya. Sesuka hati Anda (Frank McGuire, Co Founder, FedEx)

Manager AEP Studio Makassar, Mas Anto, pernah mengatakan hal yang sama pada saya tentang ini. Bermimpilah! Mumpung gratis! Gak bayar kan? Itu katanya. Apa iya begitu? 🙂

Kalimatnya begitu ringan. Benar. Tapi kadang ketakutan membuat beberapa orang diantara kita takut untuk bermimpi. Takut jatuh, sakit, kalau mimpinya terlalu tinggi. Katanya begitu.

Apakah setiap orang dari kita harus bermimpi? Ya! Harus! Segala hal yang ada dalam kehidupan kita sekarang berawal dari mimpi. Media komunikasi, kebebasan berbicara, kemerdekaan berpikir, kedaulatan bertindak, semuanya berawal dari mimpi.

Teknologi komunikasi yang berkembang begitu pesatnya adalah buah dari mimpi para ahli yang ingin memotong jarak antar tiap orang. Andai awalnya mereka tak pernah bermimpi untuk memotong jarak, apakah mungkin saat ini kita dapat berkomunikasi dengan orang lain yang jaraknya lebih dari 8 jam perjalanan? Kukira tidak!

Kapan Kawin?

Ini pertanyaan buat siapa Bied?

Buah siapa saja yang merasa belum kawin pastinya! Gak mungkin bertanya kayak gini pada orang yang dah nikah to?

Iya. Emang kenapa dengan kata “Kapan Kawin”? Bukannya itu judul sebuah iklan-nya Ringgo?

Dua kata di atas adalah kata pamungkas yang ditanyakan oleh seorang teman SMP tiap kali bertemu di FB. Saban Online, saban itu juga dia mengajukan pertanyaan yang sama. Aiyyah! Sampe mesti berkali-kali mengelak dengan jawaban yang sama : “Masih menunggu mempelai wanita” 🙂

Terus?

Kemarin, sebuah SMS masuk di inbox. Masih juga berhubungan dengan pertanyaan di atas. Katanya, “ANDAI INI ADALAH HARI MENIKAH SEDUNIA, KAMU INGIN MENIKAH DENGAN SIAPA?