Pramuka dan Tradisi Kekerasan

Gerakan Pramuka (Praja Muda Karana) berarti wadah bagi anak muda yang berkarya, atau juga didefinisikan pra = sebelum, muka = depan, menjadi yang terdepan, adalah satu-satunya organisasi kepanduan yang diakui oleh negara. Ia juga organisasi kepemudaan yang diberi hak untuk mengikatkan bendera merah putih di leher. Hmmm … Sayangnya, saya melihat bahwa tindak kekerasan yang dilakukan oleh beberapa person menanamkan bahwa Pramuka adalah organisasi yang identik dengan kekerasan. Bukankah begitu? Sampai salah satu lagu Pramuka pernah didendangkan, mau makan jalan jongkok, sudah makan ditindaki, dihukum maki dibentak-bentak. Wahai pembinaku sungguh kejam dirimu. Hahaha …

Mau Cepet Kaya? Menikahlah!

Judul yang provokatif?! Hmm … Dulu sebelum menikah, begitu banyak artikel yang bertema hampir sama yang tanpa sengaja terbaca oleh saya. Ada yang bilang, ‘Apa yang menghalangimu untuk Menikah, Akh?!’, ada juga ‘Proposal Nikah’, dan lain macamnya. Kadang yang menjadi penghalang niat seseorang untuk menikah adalah tentang hati yang kurang sreg, ketakutan akan masalah ekonomi, atau juga tentang kedaulatan dan kebebasan bertindak. Hahai. Apa iya setelah menikah kehidupan akan makin mudah?! Tidak juga pastinya. Tapi mesti percaya bahwa setiap orang telah punya rezkinya masing-masing. Jadi tak perlu khawatir untuk melanjutkan kehidupan ke arah yang lebih baik.

Kenapa bisa? Tentu bisa. Pernikahan akan mengikatkan dua tali silaturahmi keluarga. Makin banyak kerabat, tentu makin banyak rezeki. Yang pasti, butuh sebuah keyakinan ekstra kuat tentang hal ini. Orang yang mensyukuri kehidupannya akan mendapat tambahan nikmat dari Tuhan.

Tontonan untuk Tuntunan

Pernah nonton kuis yang ditayangkan di sebuah channel televisi swasta berjudul Superdeal 2 Milyar? Malam ini baru nonton itu. Baru tau apa yang dilakukan oleh presenter kepada peserta kuis. Ceritanya, hadiah utamanya adalah uang senilai 2 milyar. Hadiah utama akan didapat oleh seorang peserta jika di akhir sesi ia dapat membuat penunjuk yang mengarah pada sebuah roda yang bertuliskan angka-angka sejumlah rupiah berada pada nilai 2 milyar. Itu layaknya seperti sebuah permainan judi di kasino dengan sebuah dadu dan lingkaran yang diputar oleh bandar. Hmmm … saya yakin bahwa telah ada manipulasi alat yang digunakan untuk kuis tersebut. Bakal bangkrut lah produsernya jika kondisi alatnya normal, memungkinkan setiap orang pulang dengan 2 milyar pada tiap malam penayangannya. Hehe …

Beredar SMS Syirik : Menyekutukan Tuhan!

Ini mungkin akibat merebaknya program SMS gratis di kalangan pengguna ponsel. Beberapa pekan ini begitu banyak beredar SMS iseng, menyebalkan! Salah satu yang paling menyebalkan adalah SMS forward yang berhubungan dengan nasib dan kejadian yang akan menimpa penerima SMS. Ceritanya, harus menyebarkan SMS itu jika ingin mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan. Terus kalo tidak menyebarkan bagaimana? Akan dapat masalah. Halah … Kurang kerja! Dulu pernah mendapatkan itu di malam buta, sesaat setelah terlelap.

Contohnya SMS ini :

Di saat ibumu tidur lelap, coba kamu pandangi Ia dalam-dalam. Bayangkan jika matanya takkan terbuka selamanya, tangannya tak mampu tuk menghapus air matamu. Tak ada lagi nasehatnya yang selama ini sering kamu abaikan. Bayangkan apabila ibumu sudah tiada, apakah kamu sudah membahagiakannya setelah sekian kali ia membahagiakanmu dan memenuhi kehendakmu? Apakah kamu pernah memikirkan betapa besar pengorbanannya? Kirim SMS ini kepada 15 orang temanmu, jangan sampai putus di kamu dalam waktu 24 jam. Apabila putus di kamu maka apa yang tertulis di atas akan menjadi kenyataan. Apakah arti pulsa bila dibandingkan dengan seorang Ibu. 🙁

Hidup dalam Rasa Syukur Berarti Menikmati Kehidupan Surgawi

Kalimat di atas adalah sebuah kalimat bijak yang diucapkan oleh Johannes A. Gartner. Kedengarannya sederhana, dan memang benar, itu sederhana. Setiap orang mampu memahami makna dari kalimat pendek di atas. Hanya saja, sejauh mana kita telah mengaplikasikannya?

Senja tadi nonton realiti show “Minta Tolong” di RCTI. Seorang ibu tua meminta bantuan orang yang dijumpainya untuk menukar tikar tua-nya yang sudah bolong-bolong dengan sebuah tikar yang lebih baik. Kalau Sahabat pernah nonton acara ini, sahabat akan liat banyak orang yang sebenarnya memiliki daya untuk menolong, tapi hatinya tak terketuk untuk melakukan itu. Akhirnya, di akhir acara, seorang ibu muda penjual pisang mentah dan sayuran, rela mengeluarkan uangnya Rp. 35.000 untuk membeli sebuah tikar. Nilai rupiahnya memang tak terlampau besar – apalagi bagi sahabat yang punya kesempatan untuk datang ke blog ini –, tapi butuh hati selembut sutra untuk rela melakukan itu. Dalam kesehariannya, uang segitu bisa jadi jumlah yang sangat besar.

1 2 3 4 5