Uninstall Apps

Saya, sejak awal kenal dunia gadget, adalah penggemar berat teknologi komunikasi.

Tahun 2003 saya kenal komputer, dan sejak saat itu saya tidak pernah lepas dari layar monitor setiap hari.

Begitu memiliki smartphone, saya termasuk orang yang hampir tidak pernah melepas gadget dari genggaman.

Bahkan bisa dibilang, sekarang ke toilet pun bawa HP gaes (kebetulan di salah satu kamar mandi ada mesin cuci, jadi kalo ada yang tanya pas mau beberes HP-nya digigit atau gimana, saya tarohnya di atas mesin cuci itu. Wkwk)

Sebagai penggemar garis keras, saya menghabiskan begitu banyak waktu pada beberapa aplikasi.

Sebut saja facebook & messenger, whatsapp, youtube, dan google chrome.

Penggunaan HP bisa masuk dalam 85% aktivitas selain waktu tidur.

***

Sejak 3 mingguan ini saya mencoba untuk mengurangi kecanduan terhadap HP.

Selain memang karena HP sudah mulai error-error, sering mati sendiri, saya sebenarnya sedang ingin meningkatkan produktivitas kerja.

Waktu yang habis untuk berleha-leha dengan HP terhitung lebih dari normal.

Makanya, saya melakukan uninstall beberapa aplikasi.

Diawali dengan facebook.

Saya uninstall, meski tetap mengakses melalui laptop atau browser HP.

Dilanjutkan dengan youtube.

Sama juga, masih bisa diakses pake browser.

Lanjut dengan instagram.

***

Hal yang kemudian saya sadari adalah saya seringkali bingung mau melakukan apa ketika pegang HP. 😀

Jadinya hanya baca-baca koran online.

Saya hanya sedang bertaruh dengan diri sendiri, bahwa pasti bisa mengurangi hal-hal seperti itu.

***

Karena terlalu sering terpapar dengan video-video pamer di youtube, saya sering galau memikirkan bagaimana cara menghabiskan uang yang bahkan tidak saya miliki.

Di youtube itu ada channel BBF atau apa, isinya timelapse membangun sebuah PC. Dengan budget dan alat yang harganya tidak sedikit.

Baca Juga :  Warnet di Bone-Bone dan Sukamaju

Tiap kali liat video itu, saya merasa insecure, merasa miskin, merasa gagal menjalani hidup.

Bahkan impian yang sudah lama saya idamkan, ternyata tak juga mampu saya penuhi sampai sekarang.

Impian apa?

Ya impian bangun PC itu.

Sejak kuliah saya selalu memimpikan memiliki PC dengan spesifikasi tinggi.

Di BBF Channel itu, harga PC yang dirakit bisa minimal 100 jutaan.

Lah, bangun PC segitu kalo bukan miliarder apa nggak cuma ngehabisin budget?

Impian sih iya, tapi tidak sejauh itu juga.

Saya sadar, bahwa kebanyakan hal yang saya tonton, yang kemudian mempengaruhi saya adalah keinginan semu. Yang bahkan manfaatnya tidak banyak.

Punya sebuah laptop dengan core i3 dan RAM 6GB serta SSD sekian giga saja sebenarnya sudah cukup untuk mendukung segala aktivitas online saya.

Punya PC harga sekian puluh juta mungkin memuaskan, tapi tidak banyak mendukung produktivitas. Karena ternyata, saya juga bukan seorang gamers yang rela menghabiskan waktu terlalu lama hanya untuk bermain game.

***

Di youtube, sekarang kontennya memang kebanyakan pamer. Itu mungkin karena saya memang suka menonton tentang PC, tentang mobil, tentang motor, teknologi.

Tak semua youtuber sih.

Tapi makin ke sini kok makin terlihat.

Bahkan saya memblokir salah satu youtuber otomotif tanah air, karena makin ke sini kontennya makin banyak pamernya. Bukan makin edukatif.

Saya yang begini ini, malah terlalu sering merasa tak berhasil mencari uang. Wkwkwk …

Mungkin bukan konten mereka yang salah, tapi saya yang salah memilih tontonan.

Yah, begitulah.

Semoga bisa makin memperbaiki diri.

Share artikel ini...
MasBied.com

About MasBied.com

Just Another Personal Blog