PMR, Tempat Belajar Kepedulian

Tadi malam, OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMAN 1 Bone-Bone mengadakan kegiatan Diklatsar PMR (Palang Merah Remaja) Angkatan VII. Hmmm … Sebagai sebuah kegiatan sosial, PMR menjadi ajang siswa untuk belajar lebih peduli pada sesama. Tepat! Tema kegiatannya sendiri adalah Tingkatkan Kepedulianmu pada Sesama. Pesertanya lumayan banyak, 90 orang. Banyak kan? 🙂

Bagi yang pernah ikut Diklatsar PMR pasti akan tau betapa kegiatan itu dipenuhi dengan perjuangan kemanusiaan. Tentu tidak seberat medan aslinya jika terjadi bencana. Berbagai simulasi bencana dilakukan. Yang paling seru tentunya jalan malam, prosesi adat yang dilakukan untuk mengukur kekuatan peserta Diklatsar. Kegiatan jalan malam dimulai pukul 01.00 Wita. Hufh. Pastinya masih banyak peserta yang mengantuk setelah seharian beraktivitas. Jam semalam itu harus bangun, berjalan menyusuri medan berbahaya yang dipenuhi dengan aral rintangan.

Wisata di Luwu Utara : Bendungan Karangan, Bone-Bone

Kalau pengen berwisata di salah satu tempat di Luwu Utara, silakan datang ke Bendungan Karangan. Salah satu bendungan tua yang katanya merupakan bangunan Belanda. Hmm … Bendungan ini menjadi salah satu tempat pengaturan irigasi untuk sawah warga yang berada di sekitaran Karangan, Sidomukti, Bone-Bone dan Patoloan. Bendungan Karangan memiliki sebuah terowongan bawah tanah yang panjangnya hampir sekitar 3 km. Seru.

Pramuka dan Tradisi Kekerasan

Gerakan Pramuka (Praja Muda Karana) berarti wadah bagi anak muda yang berkarya, atau juga didefinisikan pra = sebelum, muka = depan, menjadi yang terdepan, adalah satu-satunya organisasi kepanduan yang diakui oleh negara. Ia juga organisasi kepemudaan yang diberi hak untuk mengikatkan bendera merah putih di leher. Hmmm … Sayangnya, saya melihat bahwa tindak kekerasan yang dilakukan oleh beberapa person menanamkan bahwa Pramuka adalah organisasi yang identik dengan kekerasan. Bukankah begitu? Sampai salah satu lagu Pramuka pernah didendangkan, mau makan jalan jongkok, sudah makan ditindaki, dihukum maki dibentak-bentak. Wahai pembinaku sungguh kejam dirimu. Hahaha …

Mau Cepet Kaya? Menikahlah!

Judul yang provokatif?! Hmm … Dulu sebelum menikah, begitu banyak artikel yang bertema hampir sama yang tanpa sengaja terbaca oleh saya. Ada yang bilang, ‘Apa yang menghalangimu untuk Menikah, Akh?!’, ada juga ‘Proposal Nikah’, dan lain macamnya. Kadang yang menjadi penghalang niat seseorang untuk menikah adalah tentang hati yang kurang sreg, ketakutan akan masalah ekonomi, atau juga tentang kedaulatan dan kebebasan bertindak. Hahai. Apa iya setelah menikah kehidupan akan makin mudah?! Tidak juga pastinya. Tapi mesti percaya bahwa setiap orang telah punya rezkinya masing-masing. Jadi tak perlu khawatir untuk melanjutkan kehidupan ke arah yang lebih baik.

Kenapa bisa? Tentu bisa. Pernikahan akan mengikatkan dua tali silaturahmi keluarga. Makin banyak kerabat, tentu makin banyak rezeki. Yang pasti, butuh sebuah keyakinan ekstra kuat tentang hal ini. Orang yang mensyukuri kehidupannya akan mendapat tambahan nikmat dari Tuhan.